A merupakan huruf pertama abjad Indonesia. Ia juga merupakan penanda pertama dalam urutan (mutu, nilai, dsb). Dalam bentuk terikat, huruf a dapat diartikan kekurangan, contohnya anemia. Masih dalam bentuk terikat, A juga dapat diartikan tidak atau bukan (aseksual, asimetris) dan tanpa (anonim).
Huruf A berasal dari huruf Yunani yang mengadaptasi huruf Phoenician atau Fenisia sekitar 1600 sebelum masehi yang berupa gambar kepala sapi (ada yang mengatakan juga kepala banteng) yang berarti Alef/Aleph. Bangsa Yunani kemudian menyerapnya dan menjadikannya huruf pertama, yaitu Alpha. Dari sinilah lahir istilah alpabet, singkatan dari alpha dan beta. Lantas, bangsa Romawi mengembangkannya kembali menjadi huruf yang kita kenal sekarang.
Beberapa bangsa kemudian mengadaptasi huruf-huruf ini, termasuk bangsa Indonesia dalam abjadnya yang kita kenal sekarang. Bangsa Indonesia pun mengenal 26 huruf dalam abjadnya. Semula (bangsa Fenisia) memperkenalkan hanya 23 huruf berupa gambar sederhana.
Sumber
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cetakan ke empat)

